GfC8TSC7Tfz5TfW9TfA9GpA5TA==

Dunia Sudah Punya AI dan Aplikasi Translate, Mengapa Kita Masih Harus Belajar Bahasa Asing?

Foto : President RI Prabowo Subianto Saatchi Melakukan pidatonya di Istana Elysee, Paris

Life Os Media - Di era kecerdasan buatan (AI) yang semakin maju, banyak orang mulai mempertanyakan relevansi belajar bahasa asing. Dengan hadirnya aplikasi penerjemah instan seperti Google Translate, ChatGPT, dan berbagai teknologi AI lainnya, komunikasi lintas negara kini terasa semakin mudah. Namun, di tengah perkembangan teknologi tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto justru menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi generasi muda Indonesia.

Saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis dan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Prabowo menyatakan bahwa seluruh jenjang sekolah di Indonesia perlu mempelajari bahasa Prancis sebagai bagian dari persiapan menghadapi perkembangan dunia di masa depan. 

Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena muncul di saat teknologi penerjemah berbasis AI berkembang sangat pesat. Banyak yang bertanya, jika mesin sudah mampu menerjemahkan berbagai bahasa dalam hitungan detik, mengapa manusia masih perlu mempelajarinya?

Menurut Prabowo, penguasaan bahasa asing bukan hanya soal menerjemahkan kata, tetapi juga berkaitan dengan pendidikan, diplomasi, sains, teknologi, hingga kerja sama internasional. Ia menilai hubungan Indonesia dengan berbagai negara akan semakin erat sehingga kemampuan berbahasa menjadi aset penting bagi generasi mendatang. 

Gambar dihasilkan oleh AI GPT

Sebelumnya, Prabowo juga pernah menyampaikan keinginannya agar bahasa Portugis diperkenalkan dan dipelajari di sekolah-sekolah Indonesia sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral dengan negara-negara berbahasa Portugis, khususnya Brasil. 

Meski AI mampu membantu menerjemahkan percakapan dan dokumen, para peneliti menilai teknologi bahasa masih memiliki keterbatasan dalam memahami budaya, konteks sosial, nuansa emosi, serta karakteristik bahasa yang beragam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model AI untuk berbagai bahasa dunia masih terus menghadapi tantangan dalam aspek budaya dan konteks lokal. 

Karena itu, banyak pakar pendidikan berpendapat bahwa AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan manusia dalam berbahasa. Kemampuan berbicara langsung, memahami budaya asing, serta membangun hubungan internasional tetap membutuhkan keterampilan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Di tengah dunia yang semakin terhubung, belajar bahasa asing bukan lagi sekadar kebutuhan akademik, melainkan investasi untuk membuka peluang pendidikan, pekerjaan, bisnis, dan diplomasi global.

Teknologi mungkin bisa menerjemahkan kalimat, tetapi kemampuan berbahasa tetap menjadi jembatan untuk memahami manusia dan dunia yang lebih luas.(and) 

Sumber:

1. [ANTARA News](https://www.antaranews.com/berita/5585877/prabowo-instruksikan-semua-jenjang-sekolah-pelajari-bahasa-prancis?utm_source=chatgpt.com)

2. [DetikNews](https://news.detik.com/berita/d-8508951/di-depan-macron-prabowo-instruksikan-sekolah-di-ri-ajarkan-bahasa-prancis?utm_source=chatgpt.com)

3. [Investortrust.id](https://investortrust.id/international/104668/prabowo-instruksikan-pelajaran-bahasa-prancis-di-sekolah-indonesia?utm_source=chatgpt.com)

4. [Investortrust.id (Bahasa Portugis)](https://investortrust.id/national/83222/prabowo-ingin-bahasa-portugis-diajarkan-di-sekolah-komisi-x-ingatkan-perencanaan-matang?utm_source=chatgpt.com)

5. [Metro TV News](https://www.youtube.com/watch?v=ztaEOHBzBj8&utm_source=chatgpt.com)

6. ArXiv Research on AI & Language Models 

0Komentar

Tambahkan komentar
© Copyright - LifeOs Media

Info

  • 59 Street, 06 Lane, Newyork
  • +0123456789
  • info@domainku.com